~ antara paku dan kayu ..


  Seorang anak sangat suka berdebat dengan kawannya sehingga menjadi hobinya untuk mendebat. Suatu hari dia bercerita kepada ayahnya tentang hobinya itu. 
“Tukulkan paku pada pagar depan rumah setiap kali engkau berdebat dengan orang lain” jawab ayahnya
Berikutnya si anak melaksanakan apa yang dikatakan oleh ayahnya. Maka setiap kali dia berdebat dengan seseorang sianak itu pun menukul sebatang paku di pagar rumahnya. Masa berlalu, maka paku pun banyak terpacak di pagar di depan rumahnya.




  Suatu hari si anak berkata kepada ayahnya bahwa dia sudah bosan berdebat dengan orang. Kemudian ayahnya menyuruhnya untuk meminta maaf kepada setiap orang yang pernah diajaknya berdebat dengan syarat jika sudah meminta maaf maka dicabutlah satu persatu paku yang pernah di tukul itu. Si anak pun melaksanakan perintah ayahnya.

Setelah beberapa bulan paku yang terlekat di pagar telah habis dicabut sebagai tanda bahwa semua orang yang pernah diajak berdebat telah memaafkannya. Si anak menghadap ayah dan memberitahu bahwa dia telah meminta maaf kepada semua orang. Namun keluarlah perkataan mutiara dari mulut sang ayah...

“Benar engkau telah meminta maaf namun lihatlah pagar itu meski pun engkau telah mencabut pakunya namun tetap meninggalkan bekas, begitu juga manusia, walaupun engkau telah meminta maaf kepada mereka namun masih ada goresan luka dalam hati mereka...” 



  Sama-samalah kita renungakan & semuga menjadi pengajaran..


No comments:

Post a Comment